Kegiatan

Yayasan Lentera Perkuat Kolaborasi Stakeholder untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan HIV

2 April 2026
Admin Lentera
6 menit baca
Kolaborasi Stakeholder HIV
Surakarta, 2 April 2026 – Yayasan Lentera Surakarta menyelenggarakan kegiatan Program Socialization with Stakeholders di Solo Paragon Hotel & Residences. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam implementasi program penguatan dukungan peningkatan kepatuhan pengobatan HIV melalui integrasi layanan kesehatan dan layanan rehabilitasi sosial bagi Orang dengan HIV atau ODHIV.
Yayasan Lentera menyelenggarakan kegiatan sosialisasi

Kegiatan ini dihadiri oleh 15 perwakilan stakeholder dan mitra program, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, kelompok dukungan sebaya, serta Sentra Terpadu Prof. Soeharso. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat layanan HIV yang lebih terkoordinasi, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan ODHIV.

Membangun Dukungan Lintas Sektor bagi ODHIV

Dalam penanganan HIV, keberhasilan layanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pengobatan, tetapi juga oleh dukungan sosial, psikologis, dan sistem rujukan yang berjalan dengan baik. ODHIV membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau, pendampingan yang konsisten, serta lingkungan yang aman dari stigma dan diskriminasi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Yayasan Lentera Surakarta memperkenalkan program yang bertujuan meningkatkan akses layanan, memperkuat kepatuhan terapi ARV, mengurangi kasus Loss to Follow Up atau LTFU, serta mendorong integrasi antara layanan kesehatan dan rehabilitasi sosial.

Integrasi layanan menjadi penting karena tantangan yang dihadapi ODHIV sering kali tidak hanya bersifat medis. Sebagian ODHIV juga menghadapi persoalan sosial, ekonomi, keluarga, pekerjaan, tempat tinggal, hingga penerimaan lingkungan. Karena itu, pendekatan yang dibutuhkan adalah pendekatan yang lebih menyeluruh, manusiawi, dan berkelanjutan.

Meningkatkan Kepatuhan Terapi ARV dan Menurunkan Loss to Follow Up

Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan kepatuhan terapi ARV. Pengobatan antiretroviral atau ARV berperan penting dalam membantu ODHIV menjaga kondisi kesehatan, menekan perkembangan virus, dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, kepatuhan terhadap pengobatan membutuhkan dukungan yang kuat, baik dari layanan kesehatan, pendamping, keluarga, komunitas, maupun lingkungan sosial.

Kasus Loss to Follow Up menjadi salah satu tantangan dalam layanan HIV. LTFU terjadi ketika ODHIV tidak lagi melanjutkan kunjungan layanan, pemeriksaan, atau pengobatan sesuai jadwal. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan individu dan menghambat keberhasilan program penanggulangan HIV secara lebih luas.

Melalui program ini, Yayasan Lentera Surakarta mendorong penguatan mekanisme penjangkauan dan pendampingan agar ODHIV tetap terhubung dengan layanan kesehatan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan minum obat, tetapi juga pada pemahaman kondisi klien, hambatan yang dihadapi, serta kebutuhan dukungan yang lebih luas.

Integrasi Layanan Kesehatan dan Rehabilitasi Sosial

Program yang diperkenalkan dalam kegiatan ini akan dilaksanakan selama enam bulan dengan fokus pada penjangkauan dan pendampingan, dukungan psikososial, mitigasi dampak sosial ekonomi, penguatan sistem rujukan, serta penguatan kelompok dukungan sebaya.

Integrasi layanan kesehatan dan rehabilitasi sosial menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan ODHIV mendapatkan dukungan yang komprehensif. Layanan kesehatan berperan dalam pemeriksaan, pengobatan, pemantauan medis, dan konseling kesehatan. Sementara itu, layanan rehabilitasi sosial dapat membantu menjawab kebutuhan yang berkaitan dengan keberfungsian sosial, perlindungan, dukungan psikososial, dan pemulihan kualitas hidup.

Dengan pendekatan ini, ODHIV tidak hanya dilihat sebagai penerima layanan medis, tetapi sebagai individu yang memiliki hak untuk hidup sehat, aman, bermartabat, dan didukung oleh sistem sosial yang peduli.

Penguatan Sistem Rujukan dan Kelompok Dukungan Sebaya

Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sistem rujukan yang jelas dan responsif. Sistem rujukan yang baik dapat membantu ODHIV mengakses layanan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik layanan kesehatan, dukungan psikososial, bantuan sosial, maupun layanan rehabilitasi sosial.

Kelompok dukungan sebaya juga memiliki peran strategis dalam mendampingi ODHIV. Melalui dukungan sebaya, ODHIV dapat memperoleh ruang berbagi pengalaman, penguatan mental, informasi yang mudah dipahami, serta motivasi untuk tetap menjalani terapi ARV secara teratur.

Pendekatan berbasis komunitas ini menjadi penting karena banyak ODHIV membutuhkan dukungan yang dekat, dipercaya, dan tidak menghakimi. Dalam banyak situasi, pendamping sebaya dapat menjadi jembatan antara ODHIV dan layanan formal, terutama ketika masih ada rasa takut, malu, atau khawatir terhadap stigma.

Diskusi Stakeholder

Diskusi Stakeholder dan Komitmen Tindak Lanjut

Kegiatan Program Socialization with Stakeholders berlangsung melalui pemaparan program, diskusi, dan sesi tanya jawab. Forum ini membuka ruang bagi para stakeholder untuk memahami desain program, menyampaikan masukan, serta membangun kesepahaman lintas sektor mengenai pentingnya kolaborasi dalam penanggulangan HIV.

Dari kegiatan ini, Yayasan Lentera Surakarta memperoleh dukungan dari berbagai stakeholder dan mitra program. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat koordinasi serta menyusun langkah tindak lanjut dalam penanganan kasus LTFU dan penguatan layanan bagi ODHIV di Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya.

Komitmen bersama ini menjadi modal penting untuk memastikan bahwa program tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada kerja nyata yang terukur, terkoordinasi, dan berdampak langsung bagi ODHIV.

Mendukung Kualitas Hidup ODHIV dan Target Ending AIDS 2030

Melalui sinergi antara pemerintah, layanan kesehatan, komunitas, kelompok dukungan sebaya, dan organisasi masyarakat sipil, Yayasan Lentera Surakarta berharap program ini dapat menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas hidup ODHIV.

Upaya ini juga sejalan dengan semangat pencapaian target Ending AIDS 2030, yaitu memperkuat pencegahan, memperluas akses layanan, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

Penanggulangan HIV membutuhkan kerja bersama. Tidak ada satu lembaga yang dapat berjalan sendiri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap ODHIV memiliki akses terhadap layanan yang aman, inklusif, berkelanjutan, dan menghormati martabat manusia.

Yayasan Lentera Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kerja sama, memperluas pendampingan, dan menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi ODHIV. Dengan dukungan para stakeholder, program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi sistem layanan HIV yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih berdampak bagi masyarakat.